KADIN: ini Faktor Lemahnya Ekspor Indonesia

oleh

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Eddy Ganefo menilai ekspor Indonesia yang lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam, disebabkan karena sejumlah faktor. Menurutnya, selain kondisi ekonomi Indonesia saat ini, juga disebabkan masih banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum paham tatacara ekspor dan tidak memiliki jaringan pasar ekspor.

“99,99 persen pelaku usaha kita adalah UMKM, namun baru menyumbang 19,7 persen untuk ekspor. Disinyalir pelaku UMKM menjual barang ke pengusaha besar atau korporasi, karena masih dominan ketidakpahaman terhadap tatacara ekspor dan juga tidak memiliki jaringan pasar ekspor,” katanya saat ditemui di kantor pusat KADIN Indonesia, Jl. HOS Cokroaminoto No. 122 Menteng, Jakarta (12/03/2018).

Selain itu, ditambahkan Eddy, masih banyaknya oknum yang melakukan pungli. Juga,  perijinan yang masih sulit dan lama menjadi penghambat peningkatan ekspor negara Indonesia.

“Beberapa hal yang sering menjadi hambatan juga diantaranya perijinan yang masih sulit dan lama bahkan cenderung menambah persyaratan baru, masih banyak oknum yang menghambat dan melakukan pungli,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga mengakui masalah perizinan menjadi salah satu kendala lemahnya investasi di Indonesia. Dikatakan,  urusan perizinan di Indonesia memakan waktu yang lama, ada yang berbulan-bulan dan ada juga yang bertahun-tahun. Geram Jokowi, dirinya mengakui ingin mengobrak-abrik perizinan supaya menarik minat investasi lebih kencang lagi.

“Urusan perizinan yang terlalu lama. Tunggu akhir Maret ini saya akan obrak-abrik,” kata Jokowi di kawasan industri JIIPE, Gresik, Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut mendapat sambutan baik Ketua Umum KADIN Indonesia. Dikatakan Eddy, KADIN siap berperan terhadap langkah yang diambil Presiden.

“Rencana Presiden Jokowi untuk mengobrak abrik perijinan merupakan ide yang sangat baik, KADIN Indonesia sangat mendukung dan ingin berperan terhadap langkah yang diambil Jokowi,” tegas Eddy.

Untuk meningkatkan ekspor, Eddy juga meminta Pemerintah mendorong perbankan memiliki skim khusus kredit ekspor dengan bunga murah dan LC dapat dibayarkan saat dokumen lengkap. Harapnya juga, serta menjadikan kedutaan dan atase perdagangan sebagai marketing produk Indonesia untuk eskpor.

Lanjut Eddy, pemerintah diharapkan lebih agresif memberikan pembinaan peningkatan mutu produk UMKM untuk ekspor. dikatakanya juga, perlu adanya insentif pajak ekspor, serta pemerintah dituntut untuk mempermudah importir bahan baku sebagai penunjang produk ekspor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *