KADIN Jalin Kerjasama Ekspor Produk UMKM dengan PT Pos Indonesia

oleh
Pengurus KADIN Indonesia bersama PT Pos Indonesia dan pelaku UMKM di kantor pusat KADIN, Jakarta, Selasa (13/03/2018).

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Pesero) di bidang ekspor produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dikatakan Tedi Aliyudin Ketua Lembaga Pengembangan Usaha KADIN Indonesia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor negara Indonesia yang saat ini kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam.

“Saat ini ekspor nasional dari UMKM baru menyumbang 19,7 persen, masih kecil sekali dan Pak Presiden sudah minta semua pengusaha untuk meningkatkan ekpornya, sementara pengusaha kita 99 persen lebih itu adalah UMKM,” katanya disela-sela acara seminar bertajuk “Ekpor Produk UMKM Melalui PT Pos Indonesia” di kantor pusat KADIN, Jakarta, Selasa (13/03/2018).

Pria yang akrab dipanggil Raden Tedi ini menambahkan, PT Pos Indonesia saat ini punya produk yang sangat membantu pelaku UMKM untuk ekspor dengan sangat mudah, selain dapat dilakukan dengan jumlah kecil juga dilakukan satu pintu di PT Pos Indonesia mulai dari  bea cukai, karantina, pengemasan dan dibantu pemasaranya di luar negeri. Sehingga UMKM yang selama ini mungkin belum banyak paham tentang ekspor, dengan dibantu PT Pos Indonesia akan mudah melakukan ekspor.

Tedi berharap dengan mudahnya cara ekspor produk UMKM  yang ditawarkan PT Pos Indonesia ini benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku UMKM hingga terjadi peningkatan nilai ekspor yang signifikan. Diakui Tedi, selama ini masih banyak pelaku UMKM yang belum paham tentang ekspor.

“Dengan pola langsung seperti ini, setidaknya UMKM bisa menyumbang 50 persen dari ekspor nasional, karena disinyalir sebagian besar ekspor itu dari produk UMKM,” ujar Tedi.

Manajer Penjualan logistik PT Pos Indonesia, Amran berharap, setelah terjalin kerjasama dengan KADIN Indonesia, sistem ekspor melalui PT Pos Indonesia tersosialisasi dengan baik pada para pelaku UMKM, sehinga para pelaku UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya ke luar negeri.

Dikatakanya, ekspor produk UMKM melalui PT Pos Indonesia sejatinya sudah dimulai dua tahun lalu, namun belum tersosialisasi dengan baik pada pelaku UMKM. Harapannya, tentunya agar para pelaku UMKM dengan mudah memasarkan produknya ke luar negeri.

“Intinya, kami sebagai bagian dari BUMN ikut serta menjadi tulang punggung pemerintah bagaimana produk Indonesia bisa meningkat ekspornya,” kata Arman.

Irna, salah satu pelaku UKM yang mengikuti seminar ini mengaku sangat terbantu dengan program dari PT Pos Indonesia ini, dikatakan Irna, masalah jumlah barang seringkali menjadi kendala pelaku UKM melakukan ekspor.

“Biasanya saya kalau mau ekspor kopi suka nitip, karena UKM harus mengikuti perusahaan yang lebih besar, tapi sekarang dengan jumlah yang lebih kecil PT Pos Indonesia ternyata bisa menerima, bahkan 30 kilo gram masih bisa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *