Eddy Ganefo: Program Padi Kelapa untuk Indonesia Swasembada Pangan

oleh

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan jalankan Program Pertanian Terintegrasi Padi-Kelapa di Kecamatan Waluran, Sukabumi Jawa Barat. Program Padi-Kelapa di lahan seluas 1000 ha ini, dikatakan Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, dalam rangka mencetak sejuta Usaha Kecil dan Menengah (UKM)  dan memenuhi target Indonesia swasembada pangan khususnya beras.

Dikatakan Eddy, setiap 1 ha lahan akan menghasilkan 6 ton padi. Dari 1000 ha lahan yang ada di Sukabumi ini, lanjut Eddy, dapat menyerap hingga 1000 penggarap atau pengusaha baru, jika setiap penggarap menyerap 4 sampai 10 tenaga kerja. lanjutnya, maka akan membutuhkan 4.000 sampai dengan 10.000 pekerja.

“Dalam rangka memenuhi target swasembada pangan khususnya beras dan mencetak sejuta pengusaha UKM. Selain itu, juga menjadikan Sukabumi sebagai percontohan industri Padi-Kelapa di Indonesia untuk mencapai terbentuknya 65 klaster industri padi-kelapa per 5000 ha di 65 kabupaten,”  kata Eddy setelah berbincang dengan tim pelaksana program Padi-Kelapa untuk Sukabumi, di Kantor Pusat KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (29/03/2018).

Selain itu, Eddy Ganefo menyayangkan pemanfaatan industri kelapa yang masih kecil. Padahal, menurutnya, jika industri kelapa dikelola dengan baik akan mampu menjadi tulang punggung penghasil devisa Indonesia.

“Pemanfaatan industri kelapa masih kecil sekali, padahal indonesia memiliki pohon kelapa terbanyak di dunia. Potensi industri kelapa sangat besar, bisa menjadi tulang punggung penghasil devisa indonesia,” terang Eddy.

Semenara, ketua tim pelaksana dari KADIN Indonesia untuk Industri Padi-Kelapa di Sukabumi, Nova Kardina berharap dengan Industri Padi-Kelapa ini akan meningkatkan penghasilan petani. Ia menargetkan setiap petani berpenghasilan hingga 6 juta per bulan.

“Sekarang kan para petani penghasilannya paling sekitar 600 ribu sampai 800 ribu rupiah. Kalau program ini sudah jalan, penghasilan mereka di sekitaran 5 juta sampai 6 juta rupiah perbulan insyaallah,” kata Nova.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *