Kadin Indonesia dan Penta Dinamika Siapkan 1.600 Rumah Murah Untuk Buruh

oleh

SUKABUMI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkerjasama dengan PT Penta Dinamika Property akan bangun 1.600 unit rumah murah bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Sukabumi, Jawa Barat. Dikatakn Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, rumah murah tersebut untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja industri atau pabrik di dua lokasi yaitu Palasari dan Cikembar, Sukabumi.

“Masih banyak sekali pekerja pabrik yang belum punya rumah, sementara ini mereka tinggal dengan cara sewa, biaya sekitar 600 ribuan sebulan. Padahal rumah merupakan kebutuhan dasar manusia dan hak asasi manusia. Rumah tempat memulai pendidikan anak-anak, juga dengan memiliki rumah maka kesehatan dan kesejahteraan keluarga lebih terjamin,” ujar Eddy Ganefo di Sukabumi, Selasa (15/5/2018).

Hal inilah, lanjut Eddy, yang menjadi salah satu alasan KADIN Indonesia mendukung PT Penta Dinamika Properti dalam menyediakan rumah berubsidi FLPP. Ditambahkannya,  rumah bersubsidi ini ramah lingkungan dan harganya sangat terjangkau untuk pekerja pabrik.

“Oleh karena itu, KADIN Indonesia mendukung rencana PT Penta Dinamika Properti yang ingin ikut mengentaskan masalah-masalah tersebut dengan cara menyediakan rumah sehat yang terjangkau oleh para pekerja.,” terang Eddy Ganefo.

Sementara Direktur Utama PT Penta Dinamika Properti Soetomo mengatakan, di kawasan Palasari proyek rumah tersebut dibangun di lahan kurang lebih 3,1 hektar. Proyek ini merangkum 249 unit bertipe 30 dan 36 dengan luas tanah 60. Sementara itu, proyek di Desa Bojong Kembar, Cikembar, dibangun di lahan kurang lebih 21 hektar.

“Sehingga bisa menyediakan 1.600 unit rumah bersubsidi yang akan dibangun bertahap. Tahap pertama rencananya 400 unit dan selanjutnya mencapai 1.600 unit,” kata Soetomo.

Perumahan tersebut, Soetomo menambahkan, nantinya untuk memenuhi kebutuhan perumahan kalangan pekerja industri terdekat dengan lokasi hunian. Para pekerja akan melakukan pemesanan unit di kantor masing-masing. Menurut Soetomo, sejauh ini sudah ada 700 pekerja mendaftarkan diri.

“Ini melebihi rencana pembangunan tahap pertama kami. sejauh ini pemerintah daerah memberikan dukungan dengan memberikan perizinan sehingga pembangunan dapat segera kami mulai,” kata Soetomo.

Walaupun perumahan yang dibangun adalah perumahan sederhana, Soetomo menyatakan, pengembang tetap memperhatikan kelayakan dan kenyamanan dari segi lingkungan. Perumahan dibangun dengan mempertahankan sumber daya alam seperti mata air dan tanaman produktif. Area bagi pengembangan anak dan keluarga seperti taman bermain serta tempat ibadah juga disediakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *