Harkitnas, Eddy Ganefo: Jadikan Sebagai Momentum Kebangkitan UMKM

oleh
Eddy Ganefo, Ketua Umum Kadin Indonesia.

JAKARTA – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati bangsa Indonesia setiap 20 Mei merupakan momen tepat untuk mengisi semangat juang. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo mengajak semua pihak Harkitnas untuk dijadikan sebagai momentum kebangkitan usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tanggal 20 Mei 2018 ini merupakan Hari Kebangkitan Nnasional yang ke-110 tahun, untuk itu, mari hari ini juga kita jadikan sebagai hari kebangkitan usaha, khususnya UMKM,” kata Eddy Ganefo di Jakarta, Minggu (20/05/2018).

Merujuk kepada data Kementerian Koperasi UKM, Eddy menambahkan, jumlah pengusaha UMKM di Indonesia mencapai 59,9 Juta. Jika mereka memiliki omset Rp 100 juta per bulan, maka akan menghasilkan transaksi yang sangat besar ± RP 6000 Triliun per bulan, suatu pencapaian yang tiga kali lipat melebihi APBN.

Dikatakannya juga, pendapatan negara dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai) per bulan dapat mencapai Rp 600 Triliun. Jumlah tenaga kerja yang mampu diserap oleh UMKM sebanyak 114,1 juta tenaga kerja.

“Potensi yang sedemikian besar ini baik dari sisi jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah ditambah dengan koperasi yang ratusan ribu jumlahnya, menjadi suatu keyakinan bagi kita semua bahwa itulah salah satu kekuatan ekonomi bangsa ini,” ujar Eddy.

Selain itu, terkait rencana pemerintah akan memberlakukan perizinan usaha secara online atau Online Single Submission (OSS), Eddy Ganefo mengatakan dunia usaha menyambut baik. Ia berharap, dengan implementasi OSS ini akan meningkatkan daya tarik investasi dan peningkatan pemerataan ekonomi Indonesia.

“Hal ini saya yakin bisa meningkatkan kemudahan berusaha atau yang biasa disebut Ease of Doing Business (EODB) kita. Semoga kedepan dengan kemudahan berusaha atau kemudahan perizinan akan meningkatkan pemerataan ekonomi diselurh wilayah indonesia,” tandas Eddy.

Sebagaimana dikatakan Presiden beberapa hari yang lalu bahwa perizinan akan dipaksakan secara online di semua tingkatan. Mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota.  Ditegaskan Jokowi, tidak ada kata tidak siap, semua akan dipaksakan untuk menerapkan perizinan secara online.

“Mau tidak mau yang namanya Online Single Submission (OSS) ini betul-betul langsung bisa kita terapkan pada ada yang bilang saya belum siap, saya tidak mengunggu kesiapan, jadi kita paksa semuanya mengikuti OSS ini,” tegas Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *