Pertemuan Trump dan Xi, Eddy: Tenangkan Kekhawatiran Perang Dagang

oleh

JAKARTA- Pembicaraan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menghasilkan kesepakatan terakit perang dagang antara kedua negara ekonomi terkuat dunia tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menilai, kedua pemimpin ini telah menyetujui suatu kesepakatan yakni tidak adanya tarif tambahan yang akan dikenakan setelah 1 Januari 2019 mendatang.

“Gencatan senjata” kedua belah pihak ini diyakini akan meredakan kekhawatiran dunia akan terjadinya situasi perang dagang yang lebih panas pada 2019,” kata Eddy di Kadin Indonesia, Senin (3/12).

Menurut Eddy, kesepakatan Trump dan Xi Jinping akan meredakan situasi perang dagang. Namun bila tidak, maka perang dagang akan berlanjut.

“Tinggal kita lihat apakah perang perdagangan menguat atau mereda. Kalau mereda mungkin relokasi investasi dari China tidak akan banyak, namun kalau (perang dagang) makin keras, relokasi investasi akan makin deras dan kita berkepentingan untuk dia masuk,” jelasnya.

Eddy mengatakan, saat ini para investor di China sudah gerah dengan perang dagang. Sebab produk dari China yang akan masuk ke AS dikenai bea masuk yang tinggi. Hal ini tentu membuat para investor terjepit. Oleh karena itu, merelokasi industrinya keluar dari China menjadi opsi yang rasional agar produknya tak dikenai ketentuan bea masuk yang tinggi oleh AS.

“Pemerintah sendiri sudah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang penuh dengan insentif. Misalnya saja kebijakan tax holiday yang memungkinkan para investor tak perlu bayar PPh Badan hingga 20 tahun,” tuturnya.

Eddy berharap dengan adanya berbagai insentif di Paket Kebijakan Ekonomi XVI bisa menggoda investor dari China merelokasi industrinya ke Indonesia. (FKV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *